detskikut.com

Fajar/Daniel Gacor, Dipermanenkan Usai Olimpiade?

Fajar Alfian/Daniel Marthin di Thomas Cup 2024
Fajar Alfian/Daniel Marthin saat tampil di Thomas Cup 2024 (Foto: dok. PBSI)

Jakarta -

Fajar Alfian/Daniel Marthin mencuri perhatian usai main bagus di Thomas Cup 2024. Pelatih ganda putra Aryono Miranat menjawab soal peluang mereka dipasangkan.

Seperti diketahui, Fajar sejatinya merupakan pasangan dari Muhammad Rian Ardianto di sektor ganda putra. Keduanya terbukti kompak dan sukses sampai-sampai pernah menduduki peringkat ganda putra nomor 1 dunia dan meraih gelar juara di All England beruntun 2023 dan 2024. Sedangkan Daniel merupakan partner dari Leo Rolly Carnando.

Tapi di Thomas Cup 2024 yang rampung pada 5 Mei lalu, ada momen apik terjadi. Tim pelatih memutuskan Fajar berpasangan dengan Daniel Marthin saat menghadapi Korea Selatan di perempatfinal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai informasi, di kejuaraan beregu berganti partner merupakan hal yang lumrah terjadi. Mana pemain yang paling siap itu yang akan diturunkan.

Termasuk Fajar/Daniel. Meskipun bukan pasangan asli, tapi mereka mampu menunjukkan penampilan terbaiknya. Fajar/Daniel bermain dominan saat melawan Ki Dong Ju/Kim Won Ho dan berakhir menang mudah dengan skor 21-12, 21-13.

ADVERTISEMENT

Seusai bertanding, banyak pencinta bulutangkis yang memuji penampilan keduanya. Malah beberapa di antaranya mulai memberi julukan baru bagi pasangan tersebut yakni AlfaMart (Alfian/Marthin).

"Performa mereka bagus dan cocok ya karena secara individu satu pemain depan, satu pemain belakang, ya saling mengisi," kata Aryono saat ditemui pewarta di Pelatnas PBSI Cipayung.

Meski memuji, Aryono mengatakan pertukaran partner sejatinya sudah biasa mereka lakukan saat latihan di pelatnas. Tak heran, ketika bermain dengan partner berbeda, Fajar dan Daniel tetap bisa langsung klop.

"Kita juga sering melakukan (tukar partner) selama latihan jadi mudah masuk secara perfomanya," tuturnya.

Lantas apakah ada potensi keduanya dipasangkan dalam turnamen-turnamen individu? Soal itu, Aryono enggan berspekulasi.

"Mungkin setelah Olimpiade. Kita enggak tahu. Semua kan menunggu Olimpiade," kata Aryono.

Sementara itu, Fajar sebelumnya mengatakan perubahan komposisi pemain tak lepas dari keputusan pelatih dalam menerapkan strategi.

"Semuanya yang memutuskan adalah pelatih, memang ada diskusi tentang opsi-opsi pemilihan pasangan untuk mencari formula terbaik. Ini jadi bagian dari strategi," kata Fajar dalam keterangannya lewat PBSI kala itu.



Simak Video "Tekad Thomas Fajar Alfian Bawa Pulang Piala Thomas di Tahun 2026"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/nds)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat