detskikut.com

Fajar/Rian Gagal di Indonesia Open 2024, Ini Imbasnya ke Program Latihan

Pelatih kepala ganda putra pelatnas PBSI Aryono Miranat.
Pelatih kepala ganda putra Aryono Miranat . Foto: Mercy Raya/

Jakarta -

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto harus berkejaran dengan waktu menyusul catatan minor mereka di Indonesia Open 2024. Mereka wajib perbaiki semuanya sebelum Olimpiade.

Fajar/Rian tak mendapat hasil yang bagus di Indonesia Open 2024. Alih-alih bisa meraih capaian sip, keduanya malah tersingkir di babak awal oleh rekannya, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin 14-21, 17-21.

Padahal ajang itu menjadi sasaran antara sebelum keduanya tampil di Olimpiade. Bagaimana pun pemain-pemain yang turun di turnamen Super 1000 itu adalah para pebulutangkis top, sekaligus juga lolos Olimpiade.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelatih kepala ganda putra Aryono Miranat mengakui Fajar/Rian memang kesulitan dalam menghadapi The Babies. Dalam enam kali pertemuan mereka sudah lima kali kalah. Satu-satunya kemenangan tersaji di Indonesia Open 2021.

"Memang Fajar/ Rian kalau mereka ketemu lawan tertentu terutama lawan Indonesia, Leo/Daniel, itu agak kesulitan. Dan kalau enggak salah 1-5, jadi satu menang, lima kalah," kata Aryono ketika ditemui di Pelatnas PBSI, Rabu (12/6/2024).

ADVERTISEMENT

"Tapi sebagai pelatih tentu saya harus netral tak bisa kasih tahu Fajar/Rian harus main begini, atau bagaimana menghadapi lawan. Jadi memang undiannnya kemarin agak gimana," imbuhnya.

Akibat kekalahan itu pula, persiapan Fajar/Rian kini menjadi lebih keras lagi. Bahkan, di waktu tertentu mereka harus berlatih tiga kali sehari.

"Ya, semua harus diperbaiki ya karena bulutangkis itu teknik, fisik, mental jadi semua akan diperkuat sambil melatih kekurangan-kekurangannya," kata Aryono.

"Saya sudah buat program 1,5 bulan. Dua pekan pertama periodesasinya untuk persiapan umum, lalu persiapan khusus dua pekan, nanti persiapan pertandingannya dua pekan lebih. Jadi persiapan itu lebih menekankan ke daya tahan, otot, dan fisik diperkuat. Artinya latihan tekniknya diperbanyak juga, fisiknya juga, lebih banyak drill dan juga ada latihan yang satu sesi itu tiga kali sehari, Senin, Rabu, dan Jumat."

"Nanti periodesasi kedua yang persiapan khusus itu di teknik juga banyak l, tapi lebih banyak ke pola main, pola game, jadi fisiknya berkurang sedikit, nanti saat persiapan pertandingan lebih banyak ke game, dan fisiknya berkurang lagi.Itu yang dilakukan. Tapi kalau di pekan pertama ini saya mau ambil daya tahan dan powernya dulu," tuturnya.

Aryono menambahkan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Tim Ad Hoc Olimpiade. Terutama untuk masalah nonteknisnya.

"Soal nonteknis kami berkoordinasi dengan tim Ad Hoc bagian psikolog, dan tim kepelatihan juga. Jadi kami dibantu oleh mereka," kata Aryono.

Simak juga Video: Gelar All England Jadi Pembuktian Fajar/Rian Meski Tak Diunggulkan

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/krs)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat