detskikut.com

Olimpiade 2024: Kata Pelatih soal Ekspektasi terhadap Ganda Putri RI

Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu (kiri) dan Siti Fadia Silva Ramadhanti (kanan) mengembalikan kok ke arah ganda putri Korea Selatan Baek Ha Na dan Lee So Hee dalam semifinal Piala Uber 2024 di Chengdu Hi Tech Zone Sports Center Gymnasium, Chengdu, China, Sabtu (4/5/2024). Apri/Fadia kalah 6-21, 18-21 dan tim Indonesia imbang 1-1 atas Korea Selatan. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wpa.
Apriyani/Fadia. Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA

Jakarta -

Pelatih ganda putri Eng Hian tak ingin terlalu berfokus pada beban target atletnya di Olimpiade Paris 2024. Menyeimbangkan nonteknis dan teknis menjadi konsentrasinya saat ini.

Ganda putri Indonesia meraih prestasi tertinggi di Olimpiade Tokyo 2020. Ada raihan medali emas, sekaligus torehan sejarah bagi Indonesia dengan kali pertama ganda putri Indonesia menjuarai ajang multievent empat tahunan tersebut.

Torehan manis itu diraih lewat penampilan trengginas Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Meskipun pasangan senior-junior itu sejak awal tak diperhitungkan, fakta di lapangan kemudian justru berbuah manis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kini, Greysia pensiun. Tongkat estafet ada di tangan Apriyani cs. Di sektor ganda putri, masing-masing bersaing untuk memberikan hasil terbaik. Termasuk Apriyani yang kini berpasangan dengan Siti Fadia Silva Ramadhanti.

Perjalanan Apri/Fadia menjadi ganda putri top 10 dunia pun terbilang bagus. Mereka bahkan menjadi satu-satunya pasangan ganda putri dari Indonesia yang lolos Olimpiade 2024 setelah menempati peringkat ketujuh Race to Olympic.

ADVERTISEMENT

Sayangnya, dalam persiapan menuju Olimpiade tak sepenuhnya lancar bagi Apri/Fadia. Apri mengalami cedera sehingga membuat ia dan Fadia tak maksimal mengikuti turnamen. Bahkan persiapannya pun jauh dari kata optimal.

Situasi itu pun memunculkan pertanyaan apakah ganda putri Indonesia masih dapat diperhitungkan di Olimpiade Paris 2024 Juli mendatang?

"Kalau saya pribadi tak melihat dari sisi itu tapi harus lebih melihat sisi nonteknis dan teknisnya anak-anak," kata Eng Hian kepada pewarta saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat.

"Anak-anak ini lagi over ekspektasi. Itu yang harus diturunkan. Anak-anak yang tak punya hope itu yang harus saya naikkan. Pelatih hanya untuk menyeimbangkan. Kalau over ekspektasi akan terbawa ke lapangan."

"Kita enggak yakin pun, bagaimana mau mempersiapkan anak-anak. Jadi saya tidak memperhatikan diri sendiri, tapi saya perhatikan anak-anak dulu seperti apa. Itu yang harus bisa membalance supaya racikannya pas."

"Kalau soal hasil kita serahkan ke Tuhan yang penting kita berjuang. Saya minta, ini bicara ganda putri ya, untuk masyarakat semua agar bisa menahan ekspektasi," dia mempertegas.

(mcy/krs)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat