detskikut.com

Shi Yu Qi: Jika Saja Zhang Zhi Jie Ditangani Tepat Waktu...

Tunggal putra China Shi Yu Qi berhasil menjadi juara Indonesia Open 2024. Dia mengalahkan Anders Antonsen dari Denmark.
Shi Yu Qi, atlet bulutangkis China yang juga merasakan kekecewaan terkait meninggalnya Zhang Zhi Jie. Foto: Ari Saputra

Jakarta -

Meninggalnya Zhang Zhi Jie, atlet bulutangkis remaja dari China, meninggalkan duka yang mendalam bagi atlet-atlet bulutangkis negaranya. Shi Yu Qi yang paling anyar.

Sebelumnya, ganda campuran nomor 1 dunia Zheng Si Wei juga mengungkap kekecewaan mendalam atas insiden yang menimpa Zhang Zhi Jie. Kini giliran Shi Yu Qi.

Melalui akun sosial medianya, Shi Yu Qi mengunggah foto berwarna monochrome Zhang Zhi Jie yang tengah bertanding di Badminton Asia Junior Championship 2024 di Yogyakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tunggal putra peringkat satu dunia itu sekaligus menumpahkan perasaannya melalui tulisan yang melengkapi gambar juniornya tersebut.

"Setelah melihat video terjadinya insiden tersebut. Saya benar-benar kecewa dengan wasit dan bagaimana medis merawatnya. Jika saja dia mendapatkan penanganan lebih awal mungkin nyawanya bisa terselamatkan," tulis Shi Yu Qi.

ADVERTISEMENT

Prosedur penyelamatan atlet saat kejadian darurat di lapangan memang kini menjadi sorotan tajam. Induk organisasi bulutangkis dunia atau BWF bahkan berencana untuk mengevaluasi kebijakan-kebijakan terkait prosedur medis di lapangan dalam turnamen.

BWF dalam lamannya mengatakan, masih menunggu laporan resmi dari Badminton Asia dan Komite Penyelenggara Lokal untuk menilai apakah prosedur medis yang benar telah dilakukan dalam memberikan pertolongan ketika pemain jatuh di lapangan.

Setelah tinjauan dilakukan, barulah BWF berencana akan menentukan apakah ada aspek-aspek tertentu yang perlu diubah.

"Tinjauan yang sudah ada, yang dimulai awal tahun ini, mengevaluasi kebijakan dan prosedur BWF terkait intervensi darurat oleh dokter turnamen untuk memastikan perawatan yang paling tepat dan tepat waktu, akan mencakup temuan-temuan dari penilaian BWF dan laporan Badminton Asia," bunyi keterangan BWF.

(mcy/krs)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat