detskikut.com

Kata Pelatih soal Target Anthony dan Jonatan di Olimpiade 2024

Irwansyah, pelatih tunggal putra pelatnas PBSI
Irwansyah, pelatih tunggal putra pelatnas PBSI . Foto: Mercy Raya/

Jakarta -

Pelatih tunggal putra Irwansyah enggan mengungkap target Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie di Olimpiade Paris 2024. Saat ini, kata dia, yang paling penting adalah persiapannya.

Tunggal putra menjadi satu-satunya sektor yang meloloskan dua wakil ke Olimpiade Paris dari cabang bulutangkis. Tentu saja harapannya Ginting dan Jonatan bisa melangkah jauh di ajang olahraga multievent empat tahunan tersebut.

Terlebih, keduanya sama-sama punya pengalaman main di Olimpiade. Bedanya, sebelum ini, Ginting meraih medali perunggu di Tokyo 2020, sedangkan Jonatan tersingkir di babak 16 besar oleh wakil China, Shi Yu Qi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau target, yang paling penting itu tadi saya bilang. Latihan bagus, disiplin mereka, kerja keras. Dan kita satu tim juga semuanya berkerja keras untuk mereka ya. Kita lihat saja hasilnya bagaimana," kata Irwansyah kepada pewarta saat ditemui di Jakarta, membahas target Anthony dan Jonatan di Olimpiade 2024.

Aboy, demikian pelatih itu karib disapa, memang tak ingin mengumbar janji. Ia tidak ingin hal itu malah membebani pikiran atletnya.

ADVERTISEMENT

Hal itu dilatarbelakangi pengalaman di turnamen Ginting dan Jonatan terakhir. Saat itu, kedua atletnya terbebani untuk mendapatkan seeded terbaik tapi akhirnya malah tersingkir dini.

"Nah itu tadi yang saya bilang. Semuanya harus tenang saja. Dan saya yakin, kalau Allah kasih rezeki, itu enggak kemana. Itu saja. Terima kasih," ucap Irwansyah.

Sebelum Olimpiade 2024, kali terakhir tunggal putra Indonesia meraih medali emas di ajang Olimpiade adalah melalui Taufik Hidayat di Athena pada tahun 2004. Sementara, emas pertama Olimpiade nomor itu direbut Alan Budikusuma di Barcelona 1992.

Selepas 2004, Indonesia belum juara tunggal putra lagi meskipun ada medali lewat Ginting di Tokyo 2020. Medali itu menjadi pelepas dahaga setelah dalam tiga edisi Olimpiade (2008 Beijing, 2012 London, 2016 Rio) bulutangkis tunggal putra tanpa medali sama sekali.

(mcy/krs)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat