detskikut.com

Cari Rifda Irfanalutfi Baru, PB Persani Gelar Indonesia Open Senam 2024

Marciano Norman
Foto: Mercy Raya/detikSport

Jakarta -

Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia (PB Persani) menggelar kejuaraan Indonesia Open Senam 2024 untuk mencari bibit-bibit bertalenta, terutama yang seperti Rifda Irfanaluthfi.

Mengusung nama resmi 3rd Gymnastics Indonesia Open 2024, ajang bergengsi Tanah Air ini resmi dibuka oleh Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, pada Jumat (5/7), di Gymnastic's Hall British School Jakarta.

Hadir pula Ketua Umum PB Persani Ita Yuliati, serta perwakilan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Krinas Bayu, serta stakeholder olahraga lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Marciano menyatakan apresiasinya kepada PB Persani yang mampu menggelar Kejuaraan Indonesia Open Gymnastic secara rutin.

"Alhamdullilah adalah gelaran yang ketiga. Oleh karena itu, saya mau ucapkan terima kasih dan memberi penghargaan setinggi-tingginya kepada Ketum Persani Ibu Ita, dan atas dukungan Kemenpora, sehingga senam ini mendapat perhatian yang tinggi," kata Marciano kepada pewarta.

ADVERTISEMENT

Marciano menjelaskan, senam adalah cabang olahraga yang menjadi pusat dengan banyak nomor dipertandingkan. Untuk itu, ia berkeyakinan dari gelaran-gelaran senama seperti ini dapat memunculkan bibit baru bertalenta dan berkualitas.

"Karena cabor ini adalah cabor yang memang menjadi pusat atau medalinya sangat banyak di dalam perebutan, baik di multievent tingkat SEA Games, Asian Games, maupun di Olimpiade," ujarnya.

"Tahun ini, Alhamdullilah Persani bisa mendorong atletnya atas nama Rifda (Irfanaluthfi) lolos Olimpaode dan ini sejarah untuk senam Indonesia. Oleh karena itu, dari event ini akan lahir Rifda-Rifda ke depan yang akan menjadi atlet senam Indonesia kebanggaan kita semua," kata eks Kepala BIN tersebut.

Sementara itu, Ketum PB Persani Ita mengucap syukur atas terselenggaranya kejuaraan Indonesia Open ini. Tercatat, total ada 1.106 peserta yang ikut dari disiplin cabang artistik gymnastic, ritmik, aerobik, trampolin, hingga parkeur. Mulai usia 7 hingga 16 tahun.

Rinciannya, artistik gymnastic 750 orang. Terdiri dari tiga Pengprov, empat Pengkot, tiga pusat latihan, dan 38 klub, dan satu sekolah.

Kemudian dari disiplin cabang ritmik diikuti 161 peserta, kemudian aerobik 75 peserta, trampolin 34 peserta dan parkeur 73 peserta.

"Untuk peserta merupakan hal luar biasa bagi kami alhamdullilah antusiasme masyarakat pecinta gymnastic sangat tinggi. Ini penyelenggaraan ketiga dan yang pertama dengan disiplin yang komplet. Waktu pertama kali ajang ini digelar pada 2022, hanya satu disiplin saja artistik saja. Sementara tahun kedua ada tiga disiplin yaitu artistik, ritmik dan aerobik," Ita mengungkapkan.

"Sebetulnya, ini masih jauh dari ekspetasi karena terus terang tujuan kami dengan menggelar Indonesia Open ini akan juga mengundang peserta luar negeri, tapi tentunya kami harus pertimbangkan sarana dan prasarana yang ada di sini," ujarnya.

"Tapi dengan lolosnya Rifa kemarin di Olimpiade cukup membuat peserta Tanah Air yang ikut ke Indonesia Open ini melonjak. Sebab, tahun lalu artistik hanya 400 orang sekarang membludak menjadi 750 orang. Ini pun terpaksa kami setop."

Ita lantas berharap ajang ini dapat melahirkan bibit-bibit baru, tentu dengan talent scouting yang telah disiapkan oleh PB Persani untuk melihat atlet bertalenta.

"Kami menurunkan untuk talent scouting saat ini dengan sport sciencenya agar dapat melihat perkembangan mereka (atlet muda) terutama yang masuk final.
itu akan menjadi catatan-catatan kami. Tentunya yang diukur dari segala sisi dari postur tubuh, basic gerakan dan lainnya akan kami lihat," dia menjelaskan.

"Dari sini, memang mereka belum dipelatnaskan tapi kami akan masukkan ke SKO di Cibubur," Ita mempertegas.

(mcy/aff)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat