detskikut.com

Eko Yuli di Olimpiade Paris: Menantang Fisik yang Tak Lagi Muda

Sejumlat atlet mengikuti pemusatan latihan di Mess Kwini Jakarta, Jumat (14/6/2024). Tiga lifter Indonesia yakni Eko Yuli Irawan yang akan turun pada nomor 61 kg, Rizki Juniansyah di nomor 73 kg, dan Nurul Akmal di nomor +81 kg terus mematangkan persiapan jelang Olimpiade Paris 2024. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/rwa.
Eko Yuli Irawan siap hadapi Olimpiade kelimanya (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)

Jakarta -

Lifter Eko Yuli Irawan jadi salah satu atlet senior di tim Olimpiade 2024 Indonesia. Fisik jadi tantangan tersendiri untuk Eko Yuli.

Eko, akan menjalani Olimpiade kelima sepanjang kariernya. Sejak mengikuti pesta olahraga paling tertinggi sejagat raya itu, dia sudah menghasilkan empat medali di tiga kelas berbeda, yakni kelas 54kg, 62 kg, dan 61kg.

Dia meraih dua medali perak dan dua medali perunggu di tahun 2008, 2012, 2016, dan 2020 Untuk Olimpiade kelima yang akan diselenggarakan di Paris, 26 Juli-11 Agustus, Eko menilai progres latihannya sejauh ini baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya, untuk persiapannya sudah lebih baik dari sebelumnya, recovery juga sudah berjalan bagus, memang belum 100% tapi sudah menunjukkan perbaikan lah yang pastinya. Mudah-mudahan satu bulan terakhir ini bisa siap tanding di Olimpiade," kata Eko saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (5/7/2024).

Eko menilai tantangan di Olimpiade Paris ini sejatinya tak jauh berbeda dengan edisi sebelumnya. Hanya saja, faktor fisik menjadi salah satu faktor yang perlu diatasi. Bagaimana pun, Eko sudah tak lagi muda karena akan berusia 34 tahun 24 Juli nanti.

ADVERTISEMENT

"Tantangannya yang pasti mungkin dari segi fisik sendiri ya, karena memang usia senior. Jadi harus menyesuaikan lagi pola istirahatnya, recovery-nya, itu sih yang agak sulit," ucap lifter kelahiran Lampung ini.

"Karena memang kalau masih 20 tahunan kan mungkin kita bisa hajar-hajar saja. Kalau sekarang mungkin tidak bisa seperti itu, jadi treatment-nya lebih berbeda," lanjutnya.

"Untuk perbedaan lain (dengan edisi Olimpiade sebelumnya) enggak ada sih masih normal semua. Sebab, memang segi teknik mungkin pematangan saja, juga segi mental juga," kata juara dunia angkat besi 2018 ini.

"Mudah-mudahan masih terbangun dengan baik untuk mental bertandingnya karena memang sudah dari bulan keempat kemarin bertanding. Mudah-mudahan lebih siap lagi."

(mcy/mrp)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat