detskikut.com

Rizki Juniansyah: China Lawan Terberat di Olimpiade 2024

Sejumlat atlet mengikuti pemusatan latihan di Mess Kwini Jakarta, Jumat (14/6/2024). Tiga lifter Indonesia yakni Eko Yuli Irawan yang akan turun pada nomor 61 kg, Rizki Juniansyah di nomor 73 kg, dan Nurul Akmal di nomor +81 kg terus mematangkan persiapan jelang Olimpiade Paris 2024. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/rwa.
Lifter Indonesia, Rizki Juniansyah. (Foto: ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)

Jakarta -

Rizki Juniansyah menyebut China menjadi tantangan terberatnya di Olimpiade 2024. Dia was-was karena di kualifikasi terakhir lifter China sempat menyulitkannya.

Rizki akan tampil di kelas 73kg putra di Olimpiade Paris yang berlangsung 7-11 Agustus 2024. Menatap multi-event olahraga terbesar sejagat raya itu, atlet berusia 23 tahun ini menyadari bakal menghadapi lawan-lawan terkuat di dunia.

Selain mereka sudah melakukan persiapan khusus, menjadi juara di Olimpiade menjadi gengsi tersendiri bagi para atlet dari mana pun asal negaranya. Rizki pun mewaspadai beberapa lifter yang menjadi pesaingnya, berdasarkan hasil IWF World Cup -Paris Qualification di Phuket, Thailand, 31 Maret-11 April.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut saya, lawan-lawan bakal lebih kuat dari kejuaraan kemarin, karena dia juga punya persiapan khusus dan maksimal buat olimpiade ini. Apalagi ini puncaknya atlet buat pertandingan dan mereka juga cari cara untuk dapat medali di Olimpiade," kata Rizki saat ditemui usai pengukuhan Tim Indonesia di Wisma Kemenpora, Rabu (10/7).

"Yang terberat dari China (Shi Zhiyong), Jepang (Masanori Miyamoto), Korea (Joohyo Bak), Kolombia (Luis Zavier Mosquera Lozano), Venezuela (Julio Ruben Mayora Perna), dan Bulgaria (Bozhidar Dimitrov Andreev). Mereka kuat-kuat. Saya juga tidak tahu mereka dengan cara apa nanti di Olimpiade, tapi kita harus sportif, jadi saya fokus saja untuk pertandingan nanti."

ADVERTISEMENT

"Tapi kalau bicara lawan terberat saya di Thailand kemarin selain ada Rahmat (Erwin Abdullah) satu tim sama saya, ada juga dari China (Shi Zhiyong) dan saya was-was sama dia, karena dia juga sebelumnya bisa lebih kuat dari saya."

"Saya pikir dia juga persiapan lebih kuat lagi untuk dapat angkatan seperti itu dan saya juga harus persiapan punya modal yang lebih," lanjutnya.

Shi Zhiyong sendiri merupakan peraih dua medali emas Olimpiade di Rio 2016 dan Tokyo 2020. Catatan emas itu ia peroleh di dua angkatan kelas 69kg dan 73kg.

Dalam kejuaraan di Phuket, Shi Zhiyong berhasil membukukan angkatan total 356kg. Rinciannya, angkatan snatch 165kg dan angkatan clean and jerk 191kg.

Dia juga tercatat sebagai pemegang rekor snatch Olimpiade 169kg. Catatan itu ia peroleh saat tampil di Kejuaraan Asia 2021.

"Tentu saya harus punya deposit kalau mau melawan dia. Sebenarnya tinggal adu mental saja nanti di panggung. Seperti apa di sana, kita lihat saja," kata Rizki.



Deni Si Atlet Angkat Besi dan Beban yang Belum Usai Terangkat

Deni Si Atlet Angkat Besi dan Beban yang Belum Usai Terangkat


(mcy/bay)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat